Kalkulator Kapasitor
Kalkulator kapasitor ini adalah alat lengkap untuk menghitung nilai-nilai utama sebuah kapasitor: kapasitansi, tegangan, muatan, energi tersimpan, reaktansi kapasitif, dan total kapasitor yang dirangkai secara seri atau paralel. Baik Anda sedang merancang filter catu daya, menentukan ukuran kapasitor kopling, maupun memeriksa rangkaian secara manual, alat ini memberi hasil seketika lengkap dengan rumusnya.
Tersedia tiga mode perhitungan. Dasar mencari kapasitansi (C), tegangan (V), muatan (Q), dan energi tersimpan (E) dari dua nilai yang diketahui. Impedansi memberikan reaktansi kapasitif (Xc) pada frekuensi pilihan, plus arus AC opsional. Seri & Paralel menggabungkan beberapa kapasitor menjadi satu kapasitansi ekuivalen. Setiap kolom menerima awalan satuan SI, jadi Anda bisa langsung mengetikkan nilai yang tertera pada komponen.
Cara Menggunakan Kalkulator Kapasitor
Pilih mode perhitungan
Pilih tab Dasar, Impedansi, atau Seri & Paralel sesuai dengan apa yang ingin Anda hitung.
Masukkan nilai yang diketahui
Pada Dasar, isi dua dari kapasitansi, tegangan, dan muatan. Pada Impedansi, masukkan kapasitansi dan frekuensi (tegangan opsional). Pada Seri & Paralel, ketikkan setiap nilai kapasitor.
Atur satuan yang tepat
Gunakan dropdown di samping setiap kolom agar sesuai dengan komponen Anda (pF, nF, µF, mF, F untuk kapasitansi; mV, V, kV untuk tegangan; Hz, kHz, MHz untuk frekuensi). Hasil menskala otomatis ke awalan yang paling mudah dibaca.
Baca hasilnya
Hasil diperbarui secara langsung saat Anda mengetik, lengkap dengan rumus dan substitusi langkah demi langkah di bawah setiap jawaban. Tab Impedansi juga menggambar grafik log-log reaktansi terhadap frekuensi.
Fitur
Tiga Mode Perhitungan
Beralih antara Dasar (C, V, Q, E), Impedansi (Xc, arus AC), dan rangkaian Seri & Paralel dengan satu klik.
Muatan & Energi dari Dua Nilai
Masukkan dua dari kapasitansi, tegangan, dan muatan untuk mencari nilai ketiga, dengan energi tersimpan (E = ½CV²) dihitung otomatis.
Pelacakan Masukan Cerdas
Pada mode Dasar, kalkulator mengingat dua entri terakhir Anda; ketik nilai ketiga dan kolom terlama akan terhapus sendiri — tanpa menghapus manual.
Reaktansi & Arus AC
Hitung reaktansi kapasitif (Xc) pada frekuensi apa pun, dan tambahkan tegangan untuk juga memperoleh arus AC melalui kapasitor.
Grafik Respons Frekuensi
Tab Impedansi memplot grafik log-log reaktansi di sepanjang spektrum frekuensi, dengan penanda pada frekuensi terpilih Anda.
Rangkaian Seri & Paralel
Tambahkan hingga 10 kapasitor, masing-masing dengan satuannya sendiri, dan lihat total kapasitansi ekuivalen untuk susunan seri dan paralel.
Dukungan Penuh Awalan SI
Pilih dari pikofarad hingga farad, milivolt hingga kilovolt, dan hertz hingga megahertz; hasil menskala otomatis ke awalan yang paling jelas.
Tampilan Rumus
Setiap hasil menampilkan rumus yang dipakai dan substitusi langkah demi langkah, sehingga Anda bisa memverifikasi hitungan dan memahami keterkaitannya.
Contoh Cepat
Muat nilai preset untuk rangkaian umum — filter catu daya, filter audio, kopling RF, dan lainnya — agar bisa langsung mulai dengan cepat.
Presisi yang Dapat Diatur
Atur jumlah angka desimal dari 2 hingga 6 agar sesuai dengan ketelitian yang Anda butuhkan untuk pekerjaan tersebut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung kapasitor seri?
Kapasitansi seri dicari dengan menjumlahkan kebalikannya: 1/C_total = 1/C1 + 1/C2 + …. Totalnya selalu lebih kecil daripada kapasitor terkecil dalam rangkaian. Buka tab Seri & Paralel, pilih Seri, dan masukkan nilai Anda untuk melihat kapasitansi ekuivalen seketika.
Bagaimana cara menghitung kapasitor paralel?
Kapasitor paralel cukup dijumlahkan: C_total = C1 + C2 + …, menghasilkan total yang lebih besar daripada komponen tunggal mana pun. Pilih tab Seri & Paralel, beralih ke Paralel, dan ketikkan setiap nilai — total berjalan diperbarui saat Anda mengisi.
Apakah kapasitor seri dijumlahkan atau dibagi?
Kapasitor seri tidak dijumlahkan — keduanya bergabung seperti resistor paralel, sehingga total kapasitansi turun. Dua kapasitor sama besar yang diseri menghasilkan setengah dari nilai satu kapasitor. Kelebihannya ada pada rating tegangan: karena tegangan dibagi di antara keduanya, susunan seri mampu menahan tegangan lebih besar daripada satu kapasitor.
Apa hubungan antara Q, C, dan V?
Muatan sama dengan kapasitansi dikali tegangan: Q = C × V. Ketahui dua dari ketiganya dan kalkulator akan mencari yang tersisa. Kapasitansi (C) mengukur kemampuan menyimpan muatan dan dinyatakan dalam farad (F), dari pikofarad pada pekerjaan RF hingga ribuan mikrofarad pada catu daya.
Berapa energi yang disimpan sebuah kapasitor?
Energi tersimpan adalah E = ½ × C × V², yang juga dapat ditulis sebagai E = ½QV atau E = Q²/(2C). Pada mode Dasar, kalkulator menampilkan energi di samping setiap hasil, sehingga Anda bisa menentukan ukuran kapasitor untuk rangkaian flash, buffer, atau waktu hold-up tanpa langkah terpisah.
Apa itu reaktansi kapasitif (Xc)?
Reaktansi kapasitif adalah hambatan yang ditimbulkan kapasitor terhadap arus bolak-balik. Nilainya bergantung pada kapasitansi dan frekuensi: Xc = 1 / (2πfC). Semakin tinggi frekuensi atau semakin besar kapasitansi, semakin rendah reaktansinya. Tab Impedansi menghitung Xc dan memplot perubahannya terhadap frekuensi.
Satuan apa saja yang didukung kalkulator kapasitor ini?
Kapasitansi: pF, nF, µF, mF, F. Tegangan: mV, V, kV. Muatan: pC, nC, µC, mC, C. Frekuensi: Hz, kHz, MHz. Anda bisa mencampur satuan secara bebas antarkolom, dan setiap hasil menskala otomatis ke awalan yang paling mudah dibaca.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!